Kota Malang kembali menjadi saksi meriahnya geliat seni anak muda melalui gelaran Vibe Wall Fest 2025 yang berlangsung di Swiss-Belinn International Hotel Malang, Sabtu (12/7/2025). Festival yang digelar dari pukul 12.00 hingga 22.00 WIB ini menghadirkan rangkaian acara yang memadukan seni rupa, mural, dan musik dalam satu panggung kreatif penuh energi.
Mengusung tema besar tentang ekspresi bebas dan energi kolektif anak muda, Vibe Wall Fest berhasil menyedot perhatian ratusan pengunjung, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas seni, hingga penikmat musik di Malang. Acara ini tak hanya menampilkan kompetisi mural bergengsi, tetapi juga pameran karya seniman lokal seperti Ari Art dan Meijg Massrum serta penampilan musik dari band indie Brigade07 yang memanaskan suasana.

Sumber: Dokumentasi Pribadi Yoga Panji Sudrajat
Sorotan utama datang dari Mural Competition yang diikuti puluhan peserta dengan latar belakang beragam. Dari sekian banyak karya yang ditampilkan, mural garapan Yoga Panji Sudrajat, mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Brawijaya, berkolaborasi dengan rekannya Afrizal, sukses memikat hati juri. Karya mereka menonjol berkat perpaduan gaya visual urban dengan pesan sosial yang kuat, didukung komposisi warna berani dan teknik eksekusi yang rapi.
“Melalui mural ini, kami ingin menyuarakan bagaimana kota dan warganya bisa tumbuh bersama tanpa kehilangan identitas lokal. Seni jalanan bukan sekadar coretan, tapi ruang komunikasi yang hidup,” ujar Yoga usai menerima penghargaan.


Sumber: Dokumentasi Pribadi Yoga Panji Sudrajat
Tak hanya ajang kompetisi, Vibe Wall Fest juga menjadi ruang temu komunitas. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses kreatif para muralis, berdiskusi dengan seniman, sekaligus menikmati musik indie yang memberi atmosfer santai namun penuh semangat. Kehadiran Brigade07 semakin membakar energi audiens dengan penampilan mereka yang atraktif.
Pihak penyelenggara berharap Vibe Wall Fest dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten mendukung talenta muda dan memperkuat identitas Malang sebagai kota seni yang inklusif. “Kami ingin membangun ruang alternatif bagi anak muda untuk berekspresi, berkolaborasi, dan menghadirkan wajah baru seni perkotaan,” ujar perwakilan panitia.
Festival ini mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Swiss-Belinn, Smartfren, Bank BRI, serta sejumlah media partner. Kehadiran sponsor menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda di bidang seni kian mendapat tempat dan dukungan luas. Dengan kemenangan Yoga Panji Sudrajat dan Afrizal, Universitas Brawijaya kembali menegaskan eksistensinya sebagai kampus yang melahirkan talenta seni rupa muda berbakat.
Vibe Wall Fest 2025 pun ditutup dengan penuh energi dan optimisme, meninggalkan pesan bahwa mural dan musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana menyuarakan ide, keresahan, sekaligus harapan akan masa depan yang lebih kreatif. (Mega)


