Sticker art dan wheatpasting adalah dua cara seniman jalanan menyebarkan pesan secara cepat melalui media cetak. Sticker art memanfaatkan stiker bergambar atau bertuliskan pesan yang ditempel di berbagai sudut kota, mulai dari tiang listrik hingga pintu toko tua. Sedangkan wheatpasting menggunakan poster yang direkatkan ke dinding dengan lem berbahan dasar tepung. Kedua teknik ini dikenal murah, fleksibel, dan tidak memerlukan peralatan rumit, sehingga siapa pun yang memiliki gagasan visual bisa terlibat menciptakan lanskap kota yang lebih hidup.
Sejarah keduanya berakar dari budaya protes dan komunikasi bawah tanah di awal abad ke-20. Stiker mulai dipakai untuk menyebarkan propaganda dan kampanye politik sejak era perang dunia, lalu berkembang di tahun 1970–1980-an seiring lahirnya kultur punk, skate, dan graffiti. Wheatpasting pun muncul dari tradisi poster politik dan seni grafis rakyat, terutama untuk menyebarkan seruan sosial secara cepat di ruang publik. Dari Eropa dan Amerika, estetika ini menyebar ke Asia, termasuk Indonesia, bersamaan dengan tumbuhnya komunitas seni jalanan pada 1990–2000-an.
Di Indonesia, sticker art menjelma menjadi bagian penting dari budaya visual kota. Stiker kecil yang dulu berfungsi sebagai identitas kelompok atau pesan lucu kini berubah menjadi medium eksplorasi seni dan koleksi. Di Surabaya, muncul Rumahatas Gallery, ruang yang mengarsipkan stiker dan menjadikannya bagian dari diskursus seni kontemporer—suatu langkah penting untuk menjaga karya yang biasanya bersifat sementara (Instagram @rumahatasgallery). Di Malang, jejak industri stiker terlihat dari pabrik AMP di Pakisaji yang sejak era 1990-an menyuplai stiker ke berbagai kota di Jawa Timur. Kini warisan itu menginspirasi seniman muda untuk mencetak stiker sendiri, menyebarkannya ke festival, komunitas, dan ruang digital (Grafis Nusantara, 2023).

(Sumber: https://www.cosmos.so/e/1518345397)

(Sumber: https://www.ilovemega.com/blog/massive-wheatpaste)
Wheatpasting, meski tidak semasif mural atau graffiti, tetap hadir dalam gerakan seni urban Indonesia. Di Jakarta, kolektif Massive Wheatpaste memanfaatkan poster tempel berukuran besar untuk merespons isu kota sekaligus menguji batas legalitas ruang publik. Prosesnya sederhana namun penuh makna: seniman memasak lem dari tepung, menyapukannya ke dinding, menempelkan poster, lalu menutup permukaan dengan lapisan lem tipis agar menyatu dengan tembok. Di Yogyakarta, semangat serupa terlihat pada karya kolektif seperti Taring Padi yang mempopulerkan cetakan kayu dan poster politik, sering kali dipasang di ruang publik sebagai ajakan kesadaran sosial.
Kini, sticker art dan wheatpasting tak hanya menjadi saluran protes atau identitas subkultur, tetapi juga bagian dari ekosistem kreatif yang lebih luas. Banyak desainer dan ilustrator memproduksi stiker untuk pameran atau dijual sebagai merchandise, sementara poster wheatpaste kerap tampil dalam festival seni kota. Dokumentasi karya juga kian masif: foto-foto stiker dan poster yang dulu anonim kini terekam di media sosial, arsip daring, dan ruang pamer, memastikan keberadaannya tak hilang begitu saja oleh cuaca atau petugas kebersihan kota.
Keberadaan dua teknik ini membuat kota-kota di Indonesia punya “lapisan bahasa visual” yang terus berubah, kadang rawan hilang, kadang sengaja dipertahankan, tetapi selalu menjadi bagian dari percakapan publik. Dari lorong sempit di Malang, jalan protokol Jakarta, hingga dinding kampus dan kafe, stiker dan poster wheatpaste menghadirkan energi visual yang segar, memicu dialog, sekaligus memperkaya identitas budaya urban. (Tim StreetArtVerse)
Sumber
Cosmos (2023). Sticker art dan wheatpasting sebagai seni jalanan https://www.cosmos.so/e/1518345397
Rumahatas Gallery. Instagram https://www.instagram.com/rumahatasgallery
Grafis Nusantara (2023). Celebrating Indonesian Pop Culture Stickers https://grafismasakini.com/article/celebrating-indonesian-pop-culture-stickers-grafis-nusantara-launches-grafis-nusantara-vol-4–koleksi-stiker-pop–trendi/en
Massive Wheatpaste Jakarta (2021). Urban street paste-up project https://www.ilovemega.com/blog/massive-wheatpaste
Wikipedia (2023). Taring Padi https://en.wikipedia.org/wiki/Taring_Padi
